Alumni Wartawan Republika, Ungkap Kebusukan Media Barat.

Oleh: LPM Dalwa Berita

Tanggal: 2017-09-26 06:34:15

Media informasi menjadi sarana ampuh bagi Barat untuk melumpuhkan umat Islam. Propaganda yang menghasud serta menumbuhkan kebencian terhadap Islam disebarkan ke masyarakat umum, termasuk juga penciptaan isu terorisme terhadap Islam. Di balik propaganda itu, Barat bermaksud menguasai kekayaan alam Negara-negara Islam. Dengan cara melakukan operasi militer terhadap Negara yang dituduh sebagai sarang teroris.
Salah satu pengaruh media Barat yang menimpa Indonesia adalah saat konflik Indonesia-Timor Leste. Saat itu media-media Barat ramai-ramai memojokkan pemerintah Indonesia. Akibatnya, provinsi Timor Timor dengan cepat lepas dari Indonesia dan berganti menjadi Negara Timor Leste.
Keterangan ini disampaikan oleh Drs. Syamsul Ma’arif. M. Si., alumni wartawan Republika yang saat ini menjabat koresponden Asahi TV, Jepang dalam sebuah seminar di Hotel Dalwa, Senin (25/09/2017).
Seminar yang bertajuk; “Pengaruh Media Asing di Indonesia dan Tantangan Dakwah Era Kini” juga menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Muhammad Baharun. Dalam kesempatan ini, beliau menjelaskan tantangan dakwah di era modern.
“Sarana (dakwah) selalu berubah. Ini yang harus kita ikuti,” terang beliau. Seminar ini diihadiri oleh puluhan santri Dalwa yang terdiri dari berbagai Instansi di pesantren seperti; Orsada, Majalah Al Bashiroh, HMJ, UKM, serta BSO INI Dalwa Bangil, Pasuruan. Turut hadir dalam acara ini, Prof. Dr. Habib Muhammad Baharun, Habib Abu Bakar Assegaf dan Ust Fauzi Hamzah M.Pd.i (Wakil Rektor III INI Dalwa). Muayyad/Red