Madrasah Mafahim, Sekolah Untuk Para Kader Ahlussunnah Waljama’ah

Oleh: LPM Dalwa Berita

Tanggal: 2017-10-17 00:04:54

Program Madrasah Mafahim yang telah dijanjikan oleh Hai’ah Shofwah bagi para peserta OMNAS (Olimpiade Mahafim) terlaksana dengan baik. Madarasah Mahafim ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Pacet, Mojokerto selama tig hari, sabtu-senin 14-16 Oktober 2017. Yang mana satu hari sebelum dimulainya acara Madrasah Mafahim ini, para anggota Hawari As-Shofwah mengadakan Silaturrahmi Nasional terlebih dahulu dilokasi yang sama.

            Para peserta Madrasah Mafahim terdiri dari 17  pesantren yang terdiri dari peserta Olimpiade Mahafim  tahun lalu yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah seperti Al-Anwar Sarang, Darut Tauhid, Langitan, As-Sunniyah, Salafiyah Syafi’iyah, Nurul Haromain, Manarul Huda, Zainul Hasan, Banyuanyar, Besuk dll.

            Tiga hari pelaksaan Madrasah Mafahim ini diisi dengan kegiatan yang bervariasi, meliputi kajian, Penugasan Pembuatan Power Point dan Latihan Presentasi, dan Simulasi Debat. Adapun untuk kajian diisi olen narasumber yang luar bisa ilmu dan akhlaknya dengan tema yang ditujukan untuk penguatan aqidah.

            Narasumber yang diundang adalah K.H. Kamal Mukhlid Maliki ( Seputar Hai’ah Shofwah ), K.H. Ihya Ulumiddin ( Taujih Dakwah dan Tarbiyah ), K.H. Najih Maimun ( Bedah Tuntas Kitab Mafahim ), K.H. Mahfudz Sobari ( Kajian Kitab Al-Hikam ), K.H.M.Ali Rahbini ( Kupas Tuntas Masalah Bid’ah ), K.H. Moh. Hasan Abdul Mu’iz ( Perbedaan ASWAJA dengan Syi’ah ), K.H. As’ad ( Mengenal Tasawuf dan Ilmu Kalam ), K.H. Ma’ruf Khozin ( Amaliyah dan Tradisi Umat Islam Ahlussunnah Waljama’ah ), K.H. Faris Khoirul Anam L.c M.H.I ( Prinsip Akidah Asy’ariyah dan Maturidiyah ),  K.H. M. Alawi Ali Imron ( Muroja’ah Kitab Mafahim ).

            Setelah selesainya Madrasah Mafahim, ada upaya follow up atau tindak lanjut dari peserta untuk mencari makalah atau video para wahabi dan dikonter dengan makalah dan video juga, kemudian dikirimkan kepada pihak Hawari dengan deadline tanggal 4 November 2017. Kholid/Red