Senam Islam al Dalwa VS Senam Sekuler ala Barat

Oleh: Muhammad Kholid

Tanggal: 2017-01-27 11:13:58

Senam atau yang disebut riyadhah di Pondok Pesantren Darullughah wadda’wah memiliki ciri khas sendiri dari senam yang lain, oleh karena itu kali ini kru koran at-Tanwir Muhammad Kholid, Hasan Basri, Afrinsya, berkesempatan untuk mewawancarai al-Ustadz Ismail Ayyub M.Pd.I yang selalu memimpin jalannya riyadhah setiap pagi di Dalwa.

-          Bagaimana asal muasal diadakanya riyadhah ?

Riyadhah ini dimulai ketika pondok Dalwa masih di kos-kosan rumah Bangil, tempat riyadhah ditempatkan di lapangan sekolah Bangil. Riyadhah ini sebagai senam alternative, supaya kaum muslimin memiliki senam yang islami. Karena melihat dari dulu, lagu-lagu yang digunakan untuk senam adalah lagu barat.

-          Tujuan adanya riyadhah ?

Yang pertama, sebagai wasilah untuk mendapatkan kesehatan jasmaniah dan rohaniah. Kesehatan jasmaniah diwujudkan dengan gerakan-gerakan anggota badan, dan kesehatan rohaniah  diwujudkan dengan dzikir, sehat berfikir, mudah paham pelajaran, dll.

Yang kedua, gerakan riyadhah berjumlah 11 gerakan, dan setiap macam gerakan, diulangi 10 kali, kalau dikalikan menjadi 110 kali, sehingga ada 110 dzikir. Diulang-ulangnya dzikir ini, bertujuan supaya dzikir لا إله إلا الله  menancap dibenak para santri.

Yang ketiga, dengan adanya riyadhah islami ini, beberapa pondok pesantren khususnya pondok alumni bisa mengikutinya, sehingga menjadi amal jariah bagi Abuya Hasan bin Ahmad Baharun.

-          Apakah ada filosofi dari gerakan riyadhoh ini ?

Dengan dimulainya gerakan riyadhah melalui gerakan pernapasan, dan gerakan yang lain dengan lafadz لا إله إلا الله , mencerminkan bahwa semua yang kita lakukan adalah semata-mata karena Allah.

-          Bagaimana respon santri terhadap riyadhah ini, apakah ada perbedaan antara santri zaman Abuya Hasan dengan santri sekarang ?

Kalau kita lihat, dari dulu sampai sekarang, persentase santri yang kurang menghayati riyadhah ini mencapai 50-60 %, dikarenakan anak baru yang daftar setiap tahun, bahkan setiap saat ada yang daftar, sehingga anak baru ini berbeda pemahaman dengan anak lama.

Betapa besarnya perhatian Abuya Habib Hasan terhadap kesehatan. Maka sebagai santri, harus bisa memahami apa yang terkandung dalam niat Abuya Hasan mengadakan riyadhah ini, yaitu untuk mewujudkan kesehatan jasmani dan rohani tadi.

-          Harapan antum kepada para santri mengenai riyadhah ini ?

Harapan saya, setiap santri yang memiliki madrasah untuk mengajarkan riyadhah ini. Kalau bisa, menggandakan riyadhah ini dengan bentuk kaset VCD atau yang lainnya untuk disebarluaskan. Karena ini juga dakwah.

Ada beberapa masyarakat yang jarang berdzikir, sehingga dengan adanya riyadhah ini bisa menjadi wasilah untuk berdzikir, karena jika kita sering berdzikir, maka hati kita akan tenang.

Kemudian, saya berharap para santri mengikuti riyadhah ini bukan karena takut dita’zir, tapi karena ingin mewujudkan cita-cita Abuya Hasan tadi, yaitu kesehatan jasmani dan rohani.

Santri itu, tidak hanya gerak saja dalam riyadhah, tapi harus mengikuti suara dzikirnya, walaupun tidak keras. Karena yang namanya dzikir itu, menggerakkan lisannya dan bisa didengar oleh telinganya. Kebanyakan anak-anak kita, bergerak tapi tidak bersuara. Saya berulang-ulang mengatakan kepada anak-anak اتبعوا untuk bersuara ketika riyadhah. Ini yang banyak tidak diperhatikan anak-anak. Ditambah lagi, dengan penghayatan, ucapan tauhid ini kan filosofinya semua yang kita lakukan tidak terlepas karena Allah.  

-          Apa landasan syari’at Islam untuk memperhatikan urgensitas kesehatan ?

العقل السليم في الجسم السليم  ( Akal yang sehat terdapat pada badan yang sehat ). Kalau sakit, pasti akan susah berfikir, tidak kuat. Tapi jangan lupa, landasan pertama bukan empat sehat lima sempurna, tapi Kesederhanaan. Kemudian mengutaman makanan halal, karena daging yang tumbuh dari makanan haram, maka utama baginya neraka. كل لحم نبت من حرام فالنار أولى به , maka halal tetap yang pertama, setelah itu baru memperhatikan gizi makanan, seperti adanya susu, madu, daging dll.

Banyak sejarah membuktikan, para alim ulama itu banyak berpuasa, bukan malah memikirkan supaya makanannya bergizi. Disitulah terdapat banyak kekuatan, buktinya betapa banyak karangan yang tidak sanggup diterjemahkan oleh orang orang yang belajarnya dengan makan empat sehat lima sempurna. Contohnya saja tidak semua kitabnya Imam Ghazali berhasil diterjemahkan, karena beliau banyak ‘uzlah, meninggalkan dunia dan banyak berpuasa.

Rasulullah bersabda صموا تصحوا ( berpuasalah maka kalian akan sehat ). Jika dibandingkan dengan landasan halal tadi, maka porsinya mungkin 80 % (halal), baru sisanya 20 % (makanan bergizi).

-          Bagaiman tips antum untuk menjaga kesehatan, melihat umur antum yang sudah tidak muda lagi, dan banyaknya tugas-tugas pondok, tapi antum kelihatan masih fits ?

Mungkin diantara alasannya karena riyadhah itu sendiri. Tapi disisi lain, saya menyukai pekerjaan saya ini, saya anggap sebagai hoby, sehingga tidak menjadi beban bagi saya. Saya mencari Ridho Allah dan Rasulullah serta ridhonya Abuya.

Untuk pondok ini, saya semangatnya karena ingat pesannya Abuya Habib Hasan Baharun : Isma’il, kalau kamu benar-benar cinta pondok ini, hendaknya kamu bisa mengutamakan  urusan pondok walaupun itu masalah yang kecil daripada urusan yang ada dirumah walaupun itu masalah yang besar.