Qismullughah al Arabiyah Sebagai Instansi Ujung Tombak Pon Pes DALWA

Oleh: Ahmad Fanani

Tanggal: 2017-04-10 22:05:25

Qismullughah al arabiah adalah sebuah organisasi yang membantu mengembangkan bahasa Arab di pondok pesantren Darullughah Wadda'wah. Pada mulanya bahasa Arab di Pesantren Darullughah Wadda'wah dikembangkan langsung oleh pendiri pondok yaitu al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun. Abuya Hasan ( panggilan sayang santri beliau pada beliau ) memang terkenal di kalangan para ustadz – ustadz dan teman – teman beliau sebagai orang yang sangat semangat untuk menyebarkan dan mengajarkan bahasa arab di pondok - pondok pesantren di sekitar Jawa Timur sampai beliau mendirikan pesantren Darullughah Wadda'wah di desa Raci Bangil.

            Santri yang belajar di Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah bisa berbicara dengan bahasa Arab hal ini berkat kegigihan beliau dalam mengembangkan bahasa Arab mengingat pentingnya bahasa Arab khususnya untuk para santri dan pelajar ilmu agama.

            Ketika beliau sudah wafat, yang menggantikan beliau dalam mengembangkan bahasa Arab adalah al-Ustadz Hasan Basri bin Muhammad yang merupakan santri beliau .

Ustadz Hasan Basri memberi tugas pada beberapa santri untuk ikut serta mengembangkan bahasa Arab. Sehingga terbentuklah Qismullughah al-Arobiyyah.

Awalnya,Kantor Qismullughah beberapa tahun yang lalu terletak di atas maktabul mudir. Tapi ketika ada pembangunan, Qismullughah dipindah ke rayon jami'ah yang terletak di samping kamar 16 (pada saat itu). Kemudian Qismullughah untuk kedua kalinya dipindah karena ada pembangunan di lantai dua dan tiga dari rayon jami'ah, yaitu di lantai satu dari rayon jami'ah yang  bertepatan pada tahun 2012 sampai saat ini.

Program yang dilaksanakan Qismullughah bermula pada saat anak baru masuk Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah. Yaitu dengan mengadakan private bahasa Arab selama 3 bulan yakni ketika baru pertama kali masuk pondok santri tidak belajar kecuali bahasa Arab, dan ketika sudah belajar secara private selama tiga bulan santri Insya Allah mulai bisa berbicara bahasa Arab dengan lancar.

Kemudian program Qismullughah adalah pentakziran bagi yang tidak berbicara bahasa Arab dengan memerintahkan sebagian santri untuk mencatat temannya yang tidak berbicara dengan bahasa Arab. mereka pembacaan kitab muhawarah Abuya Hasan di setiap kamar sebelum istirahat malam dan menyetorkan mufrodat paling sedikitnya 3 kata kerja dan 3 kata benda, penayangan ceramah-ceramah orang Arab dan berita Arab yang disiarkan di layar led yang terletak di setiap rayon di pondok.  hal ini bertujuan agar santri bisa meniru bagaimana logat orang Arab dalam berbicara dengan bahasa Arab dengan fasih. Begitu juga Qismullughah juga mengadakan menonton film bahasa Arab setiap malam Jum'at.

Qismullughah juga mengadakan perlombaan yang bertepatan dengan hari-hari besar islam seperti hari I'dul adha dan awal tahun baru hijriyyah. Perlombaan yang diadakan itu seperti muhadharah ( pidato bahasa arab ), munadzoroh ( debat bahasa arab ), imathoh ( cerdas cermat ), insya ( essay arab ), taqdiimul qissoh ( cerita dengan bahasa arab ), mashrahiyyah ( drama bahasa arab ) dll yang merupakan ajang prestasi santri di bidang bahasa Arab.

Para santri Pondok Darullughah Wadda'wah juga mengikuti perlombaan yang diadakan diluar pondok, baik pondok maupun universitas seperti lomba yang baru-baru ini diadakan di Madura, Jakarta dll. Dan insya allah santri Dalwa ( panggilan PP darullughah ) dalam waktu yang tidak lama akan mengikuti lomba yang diadakan di Malaysia.

Qismullugah tidak hanya berperan di kalangan santri Dalwa, akan tetapi juga di kalangan santri pondok luar, seperti di Pondok Pesantren Sidogiri dan sebagian pesantren yang ada diluar kota. Begitu juga santri Dalwa pada setiap tahunnya dikirim pondok untuk mengajar bahasa Arab. Hal ini juga menunjukkan bahwa perkembangan bahasa Arab tidak hanya terbatas di dalam pondok saja akan tetapi diantara pondok pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia.