DAPALA : Bersih alammu, Bersih Hatimu

Oleh: Ahmad zulqisti Zein/LPMDalwaBerita

Tanggal: 2019-02-18 06:14:13

Pada tanggal 11 – desember -1964 resmilah sudah organisasi yang bernama MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) yang dicetus oleh Soe Hok Gie, seorang aktifis  UI tahun 60’an. Seperti yang dikutip dari Walt Whitman dalam buku hariannya : "Sekarang aku melihat rahasia pembuatan orang terbaik itu adalah untuk tumbuh di udara terbuka dan untuk makan dan tidur dengan bumi”
            Dalam tulisannya di Bara Eka (13 Maret 1966), Soe Hok Gie mengatakan bahwa, Tujuan Mapala ini adalah mencoba untuk membangunkan kembali idealisme di kalangan mahasiswa untuk secara jujur dan benar-benar mencintai alam, tanah air, rakyat dan almamaternya. Mereka adalah sekelompok mahasiswa yang tidak percaya bahwa patriotisme dapat ditanamkan hanya melalui slogan-slogan dan jendela-jendela mobil. Mereka percaya bahwa dengan mengenal rakyat dan tanah air Indonesia secara menyeluruh barulah seseorang dapat menjadi patriot-patriot yang baik.” Para mahasiswa itu diawali dengan berdirinya Mapala Universitas Indonesia, mencoba menghargai dan menghormati alam dengan menapaki alam mulai dari lautan hingga ke puncak-puncak gunung. Mencoba mencari makna akan hidup yang sebenarnya dan mencoba membuat sejarah bahwa manusia dan alam sekitar mempunyai kaitan yang erat. Sejak saat itulah Pecinta Alam merasuk tak hanya di kampus melainkan ke sekolah-sekolah, ke bilik-bilik rumah ibadah, lorong-lorong bahkan ke dalam jiwa-jiwa bebas yang merindukan pelukan sang alam.
Tak ingin ketinggalan, beberapa mahasiswa IAI Dalwa mendirikan DAPALA (Dalwa Pecinta Alam) pada 2017 kemarin. Yang dipelopori oleh Ust. Zainal Arifin, Prigen. Mulanya DAPALA merupakan sebuah komunitas kecil, sebuah kumpulan mahasiswa pecinta alam yang namanya sama sekali tidak terekspos dikalangan para aktivis kampus IAI Dalwa dan juga para santri Dalwa. Namun, akhir-akhir ini namanya mulai tercium dikalangan masyarakat kampus juga para santri, dikarenakan kegigihan, keikhlasan dan keistiqomahan mereka dalam memberikan pengaruh positif untuk para mahasiswa, santri maupun lingkungan PP.Dalwa itu sendiri.
Salah satu kegiatan mereka yang sangat bisa dirasakan manfaatnya hingga kini adalah penghijauan atau Go-Green yang dilakukan dibeberapa titik di area PP.Dalwa. yang membuat teduh tempat-tempat yang gersang dan membuat indah mata memandang karena susunan tata letak tanamannya yang  baik dan terorganisir.
Awal kegiatan mereka, sekaligus awal penamaan DAPALA adalah ketika mereka mengadakan muncak bareng di gunung bromo yang ketinggiannya mencapai  2.329  Mdpl. Dan di puncak bromo tiulah terlahirnya nama DAPALA. Yang anggota awalnya berjumlah 15 orang.
Bermodalkan uang saku pribadi yang dikelola sebegitu baiknya, anak-anak DAPALA sangat mandiri dalam segi finansial. Dana yang mereka miliki terus diputar lewat bazar, kaos, stiker dll, agar dapat menopang dan melancarkan segala kegiatan mereka.
Lebih jauh lagi, semua kegiatan DAPALA sangat patut diapresiasi. Semisal kegiatan mereka yang bertajuk “Sungaiku bersih” agar dapat merealisasikan kebersihan sungai di belakang kawasan pondok.
“walaupun sungainya keruh dan sudah tercemar oleh limbah,setidaknya kita bisa memperindahnya dengan menghilangkan sampah disekitar sungai agar dapat terjaga kebersihannya dan agar sedikit lebih enak untuk dipandang ” ungkap Faqih selaku wakil ketua umum DAPALA
Selain sungai perhatian mereka juga tertuju pada pantai dan gunung. Lewat programnya yaitu pelepasan seribu penyu di pantai-pantai tertentu serta mendirikan beberapa sarana atau tempat untuk beribadah (musholla) dibeberapa pantai yang tidak ada timpat ibadah disekitarnya. Dan penanaman seribu pohon di setiap puncak gunung yang mereka daki.
“Kami ingin berpartisipasi dalam menjaga ekosistem serta ingin merubah mindset para pendaki agar mendaki bukan hanya ajang hebat-hebatan, ajang keren-kerenan dan ajang kesombongan melainkan untuk bertafakkur kepada Sang Maha Pencipta dengan melihat keindahan ciptaannya dan tak lupa akan kewajiban khususnya shalat” Ujar Faqih. Karena memang kebanyakan orang lupa akan kewajiban ketika mereka sedang berekreasi.
Dan juga dalam jangka dekat ini mereka akan mengadakan training survival bersama TNI AD Kabupaten Pasuruan guna mempelajari kiat-kiat ketika tersesat di hutan, P3K, Penanggulangan bencana dll.  
“Dengan adanya DAPALA ini, semoga semua orang bisa sadar bahwa pentingnya menjaga ekosistem serta menyadarkan kita semua agar selalu membuang sampah pada tempatnya” Ungkap Faqih  mahasiswa IAI Dalwa.Ahmad zulqisti Zein/Red.